Rabu, 20 Maret 2013

M A K A L A H KEISTIMEWAAN AL-QUR’AN DITINJAU DARI SISI ILMU PENGETAHUAN KHUSUSNYA ILMU PERTANIAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berfikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sejak dari zaman kolonial Belanda selalu dihadapkan kepada dikotomi ilmu pengetahuan umum dengan ilmu pengetahuan agama, sehingga IPTEK dan IMTAQ dari seorang generasi muda / manusia Indonesia tidak seimbang. Padahal IPTEK dan IMTAQ ini seharusnya seiring sejalan agar tercipta manusia-manusia Indonesia yang berilmu, beriman dan beramal.

Islam, khususnya Al-Qur’an sangat menganjurkan ummatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan. Baik itu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terlebih-lebih Ilmu Pengetahuan Agama, karena kedua ilmu itu akan menambah keyakinan / iman seorang hamba kepada Allah SWT. Saking pentingnya menuntut ilmu sampai-sampai ayat yang pertama diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya adalah Surat Al-Alaq: 1-5 yang berbunyi:






Artinya: Bacalah degan (menyebut) nama Tuhan-Mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-Mu lah yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dan mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kemudian dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki keampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, dalam hal ini membaca buku, membaca alam dan juga membaca sambil memahami Al-Qur’an yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, maka akan tercipta manusia-manusia pintar dan terampil memahami dan menggali ilmu pengetahuan dari Al-Qur’an yang merupakan sumber ilmu yang diturunkan oleh zat yang Maha Mengetahui kepada Rasul-Nya.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan generasi muda Islam, agar Islam sebagai Rahmatan lil ’alamin dapat dirasakan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

B.     DENTIFIKASI MASALAH
Sesuai dengan judul makalah ini, ”Keistimewaan Al-Qur’an ditinjau dari sisi Ilmu Pengetahuan khususnya Ilmu Pertanian”, terkait dengan penerapannya dalam penyuluhan pertanian dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.       Bagaimana pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan?
2.       Apa keistimewaan Al-Qur’an ditinjau dari sisi ilmu pertanian?

C.     PEMBATASAN MASALAH
Untuk memperjelas ruang ligkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah:
a.       pandangan Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan.
b.       Keistimewaan Al-Qur’an ditinjau dari sisi ilmu pertanian.

D.     PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.       Bagaimana deskripsi pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan?
2.       Bagaimana deskripsi ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan ilmu pertanian?







































BAB II
PEMBAHASAN

Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan sumber segala hukum dan pedoman hidup (minhajul hayah) ummat Islam yang utama, yang dijabarkan dengan hadist (sunnah) dan ijtihad para ulama. Di samping sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada ummat manusia, di dalam Al-Qur’an juga terdapat pelajaran yang sangat berharga dari zat yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta berupa dasar-dasar ilmu pengetahuan.

Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan ayat-ayat Al-Qur’a yang berhubungan dengan ilmu pertanian.

A.     PANDANGAN AL-QUR’AN TENTANG ILMU PENGETAHUAN
Pandangan Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat kita ketahui pada penggalan ayat Al-Qur’an yang singkat namun bermakna besar, yang diturunkan oleh Allah pertama kalinya pada baginda Rasulullah SAW yakni, ”IQRA” bacalah.
Ayat yang begitu pendek ini mengandung kunci emas yang dapat membukakan jalan ke arah pengembangan sains yang benar seperti menyampaikan, menela’ah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan seperti makna umumnya membaca baik teks tertulis maupun tidak. Dalam ayat-ayat lain pun Allah selalu menegaskan manusia agar selalu berfikir yang terdapat dalam Al-Qur’an yang artinya:
”Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi...”
”Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, langit bagaimana ditinggikan, gunung bagaimana ditancapkan dan bumi bagaimana dihamparkan?”
”Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang itu ditundukkan dengan perintahnya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang mempergunakan akal.”

Dalam penggalan-penggalan ayat yang hanya secuil dari ratusan ayat-ayat yang menerangkan bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan menegaskan manusia manusia agar mempelajari segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini terkumpul dalam Al-Qur’an yang suci, tanpa satu ayat pun yang melenceng dari jalan Allah SWT.
Ayat-ayat tersebut juga menggambarkan secara sempurna metode penalaran Islam terhadap alam. Ayat-ayat itu mengarahkan manusia kepada fungsi pertama diantara sekian banyak fungsinya, yakni mempelajari ayat-ayat Allah SWT yang tersaji di alam raya ini.

Ayat-ayat tersebut bermula dengan tafakur dan berakhir dengan amal. Al-Qur’an begitu lengkap, luas dan dalam, yang mengandung segala unsur maha bernilai, serta dapat menghasilkan energi-energi maha dasyat, ia mewajibkan kita untuk menela’ah kembali, khususnya teknologi.
Tapi sayang seribu sayang mutiara-mutiara yang nilainya tidak terhingga, terpendam dalam Al-Qur’an. Selama ini ia diabaikan oleh kaum muslimin sebagai pemilik Al-Qur’an. Maka kita sebagai generasi penerus, agar bisa menjadi penerus-penerus pintar dalam ilmu akhirat ataupun dunia dengan Al-Qur’an.

Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan agar ummat Islam mencari ilmu pengetahuan, sebagaimana diriwayatkan hadist-hadist berikut ini:



”Mencari ilmu pengetahuan itu wajib bagi setiap muslimin dan muslimat.”



”Tuntutlah ilmu itu dari buaian sampai ke liang lahad.”

”Bawasanya ilmu itu meulia bagi orang yang sudah mulia dan meninggikan seorang budak sampai ke tingkat raja-raja.”

”Apabila wafat seorang anak Adam, putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara yaitu ilmu yang membawa manfaat, sedekah jariyah, dan do’a anak yang soleh.”

”Barang siapa menghendaki dunia, maka dia harus mencapainya dengan ilmu. Barang siapa menghendaki akhirat, maka dia harus mencapainya dengan ilmu. Barang siapa menghendaki keduanya, maka dia harus mencapainya dengan ilmu.”

Dalam Qur’an Surah Ar-Rahman: 33 Allah berfirman:



Artinya: Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”

Sebagian mufassir menafsirkan arti kata ”bi shulthan” dalam ayat ini adalah ”dengan ilmu pengetahuan”. Dengan ilmu pengetahuan lah jin dan manusia bisa menembus penjuru langit dan bumi.

Maka dapat disimpulkan bahwa hakikat ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an adalah rangkaian aktivitas manusia dengan prosedur ilmiah baik melalui pengamatan, penalaran maupun intuisi sehingga menghasilkan pengetahuan yang sistematis mengenai alam dan seisinya serta mengandung nilai-nilai logika, estetika, hikmah, rahmah dan petunjuk bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di kemudian hari. Al-Qur’an banyak mengandung nilai-nilai empirik serta isyarat yang diberikan kepada manusia untuk mempelajari, memahami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan baik melalui ayat-ayat yang tertulis yaitu Al-Qur’an maupun ayat-ayat yang terbentang luas di alam semesta beserta isinya.

B.     AYAT-AYAT ALQUR’AN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ILMU PERTANIAN
Dalam Surah Al-An’am: 99 Allah berfirman:







”Dan Dia lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau biji-bijian yang banyak, dan mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai dan kebun-kebun anggur dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya diwaktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’dy Rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya:
”perhatikanlah” maksudnya lihatlah, pikirkanlah dan ambil pelajaran.

”buahnya diwaktu pohonnya berbuah” maksudnya buah pohon/tanaman secara umum, khususnya buah pohon kurma.

”dan perhatikan pula kematangannya” maksudnya perhatikanlah pada buah itu mulai dari waktu munculnya sampai matangnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran dan tanda-tanda kekuasaan (Allah SWT) dan menunjukkan rahmat Allah, banyaknya kebaikan-Nya dan kedermawanan-Nya serta menunjukkan sempurnanya kemampuan-Nya juga menunjukkan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Akan tetapi tidak setiap orang bisa mengambil pelajaran dan memikirkannya, tidak semua orang yang memperhatikan dan memikirkannya mampu mengetahui makna yang terkandung.

Oleh karena itu Allah SWT mengaitkan bahwa orang yang mampu mengambil manfaat (pelajaran) dari tanda-tanda kebesaran-Nya hanyalah orang-orang yang beriman, sebagaimana firmannya:
”sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman”.
Sesungguhnya orang-orang mukminlah yang dengan keimanan membawa mereka kepada amal sebagai realisasi dan konsekuensi dari keimanan mereka.

Dalam Surah An-Nahl: 11 Allah juga berfirman:





”Dengan air hujan itu Dia menurunkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.”

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa kalimat ”Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti”, orang yang mengerti akan mengetahui bahwa Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu, mengetahui bahwa Dia lah pengatur segala urusan sampai urusan tanaman dan tumbuhan pun Allah yang mengaturnya, semua diatur oleh Allah.
Orang yang mengerti akan mengetahui bahwa Allah yang memberikan rizki kepada makhluk-Nya termasuk tumbuhan dan tanaman semuanya. Maka semua tumbuhan dan tanaman baik tanaman yang dibudidayakan manusia dan yang tidak dibudidayakan, rerumputan, semak belukar, dan hutan-hutan belantara semua ada dan tumbuh atas kekuasaan, pengaturan dan limpahan rizki dari Allah. Bahkan tanaman yang dalam perawatan intensif dengan sistem budidaya yang telah maju seperti hidroponik dan aeroponik, atau dibudidayakan dengan sensor dalam rumah-rumah kaca, menggunakan irigasi tetes dan teknologi yang canggih lainnya, maka tetap saja tanaman itu tumbuh dan berkembang dari benih sampai bisa dipanen atas kekuasaan, pengaturan, dan limpahan rizki dari Allah. Seandainya tanpa kekuasaan, pengaturan, dan limpahan rizki dari Allah maka tidaklah tanaman itu akan tumbuh dan berkembang, karena tanaman itu tidak mempunyai kekuasaan atas dirinya sendiri kecuali dari kekuasaan Allah.





Kemudian dalam Surah Al-A’raaf: 57-58 Allah berfirman:









”Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan, dan tanah yang buruk tanaman-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa Allah lah yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta yang menggerakkan angin untuk membawa awan mendung yang terbentuk dari kondensasi (pengembunan) uap air yang membentuk bintik-bintik di awan yang kemudian akan menjadi gumpalan awan dan seterusnya menjadi hujan/salju. Hal ini dalam sains dikenal dengan Siklus Air.

Sedangkan pada ayat 58 dari Surah Al-A’raaf di atas dapat kita perhatikan bagaimana Al-Qur’an menyatakan bahwa tanah yang baik maka tanaman-tanamannya tumbuh subur dan tanah yang buruk tanaman-tanamannya tumbuh merana. Ini berkaitan dengan Agroekologi atau Disiplin Ilmu Pertanian lainnya. Disebutkan bahwa tanah yang baik yaitu tanah yang didalamnya terdapat bahan organik sehingga tanah tersebut akan memiliki cadangan makanan/unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman dalam proses pertumbuhannya. Maka tanah seperti inilah yang baik untuk tanaman agar bisa tumbuh subur.
Sebaliknya, tanah yang buruk yang di dalamnya tidak ada bahan organik yang mengakibatkan tanah miskin unsur hara, maka otomatis tanaman-tanaman yang ditanam di tanah ini akan tumbuh merana.

Dalam Qur’an Surah Al-Hijr: 22 Allah berfirman:







”Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.”

Ayat di atas adalah ayat yang menerangkan bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan.



Dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d: 3 disebutkan:






”Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sunguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berfikir.”

Pada ayat di atas diterangkan bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan.

Masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi begitu juga yang berhubungan dengan Ilmu Pertanian. Tergantung bagaimana kita ummat Islam dapat medalami, memahami dan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an tersebut.
Pertanyaanya, berapakah orang yang sudah dapat mendalami, memahami dan mengambil pelajaran?
Benarlah perkataan penyair:
”Alangkah banyaknya ibrah (pelajaran) namun alangkah sedikit orang yang mampu mengambil ibrah tersebut.”



























BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Berdasarkan uraian ”Keistimewaan Al-Qur’an ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan khususnya ilmu pertanian” dapat disimpulkan bahwa:
1.       Ilmu pengetahuan dalam pandangan Al-Qur’an sangatlah penting bahkan wajib hukumnya menuntut ilmu bagi setiap muslim.
2.       Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) harus diimbangi dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ) sehingga manusia dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang tercipta di muka bumi.
3.       Al-Qur’an bukanlah kitab sains, namun di dalam Al-Qur’an terdapat segala dasar ilmu pengetahuan untuk membenarkan kenabian Muhammad SAW 14 abad yang lalu, jauh sebelum Ilmu Pengetahuan Modern berkembang seperti saat ini.

B.     SARAN
Bertolak dari Ilmu Pengetahuan sangat penting dalam pandangan Al-Qur’an dan keistimewaan Al-Qur’an ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan khususnya ilmu pertanian, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1.       Sebaiknya ummat manusia khususnya ummat Islam mampu mensinergikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan agama terlebih bisa menggali isi dan kandungan yang tersimpan dalam Al-Qur’an.
2.       Ummat Islam sebagai pemilik Al-Qur’an hendaknya akrab dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga mutiara-mutiara yang nilainya tidak terhingga yang terpendam di dalam Al-Qur’an dapat digali dan menjadi tuntunan hidup.








DAFTAR PUSTAKA

-          Al-Qur’an

Source:
http://www.al-ikhwan.net/al-quran-dan-iptek-2-sumber-sumber-ilmu-pengetahuan-dalam-islam-9/

Minggu, 03 Maret 2013

MANAJEMEN WAKTU SEORANG MUSLIM


KEISTIMEWAAN WAKTU
  • Cepat Berlalu  
  • Tak Pernah Kembali 
  •  Harta yang Paling Berharga

KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP WAKTU
  • Memanfaatkan Waktu dengan Baik
  • Memanfaatkan Waktu Luang
  • Bersegera dalam Berbuat Kebaikan
  • Mengambil Ibrah Masa Lalu
  • Manajemen Waktu
  • Setiap Amal Ada Waktunya
  • Memilah Waktu-waktu yang Paling Utama

PEDOMAN HARIAN BAGI SEORANG MUSLIM
  • Ibadah Kepada Allah
  • Birrul Walidain
  • Hak Untuk Kerabat dan Kaum Lemah

WAKTU: ANTARA KEMARIN, KINI DAN ESOK
  • Yang Bangga dengan Masa Lalu
  • Menyembah Hari Esok
  • Pandangan Keliru tentang Masa Depan
  • Menatap Hari Esok dengan Mimpi dan Lamunan
  • Hari Ini yang Sebentar

PANDANGAN TEPAT TENTANG WAKTU
  • Keharusan Menengok Masa Lalu
  • Menatap Masa Depan
  • Memperhatikan Hari Ini

VIRUS PEMBUNUH WAKTU
  • Virus Lalai
  • Kebiasaan Menunda-nunda
  • Mencela Zaman

BAGAIMANA AGAR PANJANG UMUR?